SHARING: CANTIK ITU LUKA


"Seperti para penjahat, orang-orang
malang juga susah mati."

🌹🌹🌹

Identitas Buku
Judul: Cantik Itu Luka
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2002
Tebal: 505 halaman

Blurb
Di satu sore, seorang perempuan bangkit dari kuburannya setelah dua puluh satu tahun kematian. Kebangkitannya menguak kutukan dan tragedi keluarga, yang terentang sejak akhir masa kolonial. Perpaduan antara epik keluarga yang dibalut roman, kisah hantu, kekejaman politik, mitologi, dan petualangan. Dari kekasih yang lenyap ditelan kabut hingga seorang ibu yang menginginkan bayi buruk rupa.

🌹🌹🌹

Sekilas Tentang Buku Ini
Novel yang dikemas dengan alur maju mundur ini lumayan membuat pembaca mikir dan harus fokus untuk bisa mencerna isinya. Mengisahkan tentang perempuan cantik paripurna yang akhirnya membuat dirinya menjadi seorang pelacur ternama di kotanya. Dari pekerjaan itu, ia melahirkan tiga orang anak yang tak kalah cantik dari dirinya dan seorang anak buruk rupa (yang konon ia minta karena bosan memiliki anak cantik).

Pelacur bernama Dewi Ayu tersebut memiliki anak bernama Alamanda, Adinda, Maya Dewi, dan Cantik. Dirinya juga lahir dari pasangan yang tidak wajar, yang sebetulnya itulah asal muasal nasib buruk yang menimpa dirinya dan seluruh keturunannya. Tidak ada nasib baik dalam hidupnya, termasuk anak dan cucunya, meskipun mereka semua dikaruniai wajah yang cantik, sungguh sangat bertolakbelakang antara wajah dan cerita mereka semua. Bahkan termasuk anaknya yang buruk rupa pun mengalami nasib buruk sebagaimana ketiga kakaknya, meski tidak terlalu ekstrem dijelaskan selain kehilangan Sang Pangeran dan ketakutan orang-orang pada dirinya yang memiliki wajah serupa monster.

Cantik itu luka bukan hanya sebuah frasa, melainkan malapetaka. Sebab kecantikan yang dimiliki Dewi Ayu dan ketiga anaknya membuat mereka harus melalui hari-hari yang tidak biasa, tidak seperti manusia pada umumnya. Apalagi tentang nafsu-nafsu liar dari para lelaki yang memandangnya.

Latar waktu novel fiksi dewasa ini adalah akhir masa kolonial Belanda, saat pendudukan Jepang, masa kemerdekaan, dan setelah kemerdekaan. Tak ayal, buku ini banyak mengangkat kisah-kisah sejarah Indonesia sebelum dan sesudah merdeka. Tentang kengerian yang terjadi saat menjadi tahanan penjajah hingga pembantaian para komunis yang berdarah. Diceritakan pula gerilya-gerilya serta pemberontakan-pemberontakan yang terjadi pada zaman itu. Menyisakan juga fakta-fakta bahwa kekuasaan dan uang di atas segalanya. Bahwa dengan dua hal tersebut, kamu akan memperoleh apa pun termasuk para wanita.

Tak luput kekuatan magis yang juga berperan besar dalam menggerakkan alur kisah novel ini. Serta cerita-cerita hantu yang menjadi teror di Halimunda.

Rasanya tidak ada tokoh yang normal di novel ini selain si tukang gali kubur, yang pada akhirnya juga ditimpa kesedihan yang mendalam. Setidaknya ia cukup normal di antara semua tokoh yang disebutkan di dalam buku ini. Oh, aku lupa, satu lagi Rosinah si bisu, pelayan setia Dewi Ayu, seorang gadis yang cukup normal di antara yang lainnya.

Maya Dewi juga sebenarnya lumayan taat dan hidupnya lurus, hidup sebagai istri yang baik dan cekatan, tapi sayangnya nasib baik juga tidak berkenan hinggap di dirinya. Mungkin karena ia anak pelacur atau memang karena 'kutukan' yang menimpa keluarganya.

Memang cukup banyak tokoh yang digunakan dalam novel ini, tetapi penulis berhasil menjelaskan latar belakang semuanya dengan baik. Sehingga tidak menyisakan tanda tanya. Tetapi pembaca harus sabar melalui halaman demi halaman hingga setebal angka 505 untuk mendapati seluruhnya.

Mungkin hal yang membuat bingung adalah saat terbang dan hilangnya Ma Iyang di antara kabut, yang sepenuhnya menjadi ke-fiksi-an buku ini. Entahlah, aku tidak bisa menjelaskan faktanya.

Pada akhirnya, aku bisa menyimpulkan bahwa semua hal yang terjadi di novel ini diprakarsai oleh cinta. Perasaan yang bisa membuat seseorang sangat bahagia atau sangat menderita. Cinta yang direbut paksa membuat pihak yang terluka menyimpan dendam yang kejam dan mengerikan.

Ah, lagi-lagi tentang cinta, sama halnya dengan perang dunia Shinobi yang terjadi karena cinta yang direbut paksa dari seorang lelaki polos. Wkwk, ini anime Naruto. Dan banyak kisah serupa, kerusuhan yang terjadi karena cinta.

🌹🌹🌹

Pengalaman Membaca
Sebelum benar-benar mulai membaca buku ini, seorang teman berkata, "Serius buku Cantik Itu Luka mau dijadikan selingan, kata temanku buku itu cukup berat."

Benar, awalnya buku ini mau aku jadikan buku selingan karena tidak juga bisa menyelesaikan buku yang satunya lagi. Tapi pada akhirnya buku ini selesai lebih dulu, haha. Bukan lagi sebagai selingan tapi pelarian.

Satu kata untuk buku ini: GILA!

Penulisnya gila, pembacanya gila. Sejauh ini, buku ini adalah buku paling barbar dan frontal yang pernah aku baca. Dari adegan-adegan seksual yang diceritakan dengan sangat gamblang hingga hal menjijikkan lainnya yang tak kalah membuat mual. Dan yang membuat cerita ini semakin gila adalah menurutku tidak ada aturan dan moral yang diterapkan dalam kehidupan mereka. Kalian akan mengerti maksudku jika sudah membaca bukunya.

Novel ini memang bukan untuk anak-anak, setidaknya kamu harus berusia 21+ untuk bisa membaca buku ini. Menurutku, jangan sekali-kali mengizinkan para belia untuk menyelaminya, sebab terlalu ekstrem untuk dikonsumsi mereka.

Aku pikir buku sebelumnya sudah cukup mencengangkan, ternyata buku ini lima kali lipat membuat terguncang.

Part paling plot twist bagiku meskipun sebenarnya bisa ditebak adalah pengakuan-pengakuan Krisan, cucu Dewi Ayu dari Adinda dan Kamerad Kliwon yang terletak di bab akhir. Dua kejadian dari pengakuan tersebut membuatku menganga. Wah, ini benaran gila.

Lalu, aku masih menduga tentang roh yang menemani Si Cantik dan mengajarinya banyak hal adalah roh Ma Gedik, kekasih neneknya.

Sepanjang membaca buku ini, tidak ada halaman yang tidak membuat terkejut. Meski begitu, buku ini seru untuk dilanjutkan, membuat penasaran untuk diselesaikan, apalagi orang-orang sepertiku yang selalu penasaran akhir sebuah buku. Ah tapi sayang buku setebal ini tidak memiliki pembatas buku.

Sekian, aku sudah cukup gila 😵