MENGENAL M2IQ

 

Dokumentasi pribadi;
Foto bersama para finalis, dewan hakam, dan panitia pada lomba M2IQ tingkat provinsi (dilaksanakan di Lombok Timur)

©®

M2IQ merupakan salah satu cabang dalam Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ). Sebelum membahas lebih jauh tentang M2IQ, akan saya kenalkan beberapa cabang lomba lainnya.

MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur'an) adalah perlombaan membaca Al-Qur'an yang menjadi ajang penting dalam mengembangkan dan membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di masyarakat Indonesia. MTQ bukan hanya lomba, tetapi juga upaya untuk menggali nilai-nilai luhur Al-Qur'an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

MTQ bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an, memupuk kecintaan pada Al-Qur'an, serta menginternalisasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. 

MTQ berperan penting dalam menjaga Al-Qur'an, meningkatkan pemahaman dan pengamalan Al-Qur'an di tengah masyarakat, serta mengembangkan potensi generasi muda dalam bidang seni Qur'an. 

Berikut rincian beberapa cabang lomba dalam MTQ yang terbagi menjadi golongan putra dan putri

Cabang Tilawah Al-Qur’an (Kode: TQ)

* TQ = Tilawah Al-Qur'an 

Tilawah Al-Qur'an merupakan lomba membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar.

Qira'at Mujawwad merupakan lomba membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar. 

Qira'at Murottal merupakan lomba membaca Al-Qur'an dengan cara yang sederhana dan merdu. 

Berikut adalah golongan lomba tilawah Al-Quran yang umum ditemukan pada ajang MTQ:

1. Golongan Tartil Anak-anak

2. Golongan Tilawah Anak-anak

3. Golongan Tilawah Remaja

4. Golongan Tilawah Dewasa

5. Golongan Qira’at Mujawwad Dewasa

6. Golongan Qira’at Murattal Dewasa

7. Golongan Qira’at Murattal Remaja

8. Golongan Tilawah Cacat Netra (Canet)

Cabang Hafalan Al-Qur’an (Kode: MHQ)

*MHQ = Musabaqoh Hifzil Al-Qur'an

Hifzhil Al-Qur'an merupakan lomba hafalan Al-Qur'an dengan berbagai kategori seperti 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz. Rincian lengkapnya sebagai berikut:

1. Golongan 1 Juz dan Tilawah

2. Golongan 5 Juz dan Tilawah

3. Golongan 10 Juz

4. Golongan 20 Juz

5. Golongan 30 Juz

Cabang Hafalan Hadits

Lomba ini umumnya berada di ajang STQ (Seleksi Tilawatil Qur'an). Tergantung penyelenggara yang menjadi tuan rumah. Lomba ini dibagi menjadi dua golongan, yaitu:

1. Golongan 100 Hadits bersanad

2. Golongan 500 Hadits tanpa Sanad

Cabang Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Al-Qur'an merupakan lomba penafsiran Al-Qur'an, baik dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, maupun Bahasa Inggris. Jadi, lomba ini terdiri dari tiga golongan, yaitu:

1. Golongan Bahasa Arab

2. Golongan Bahasa Indonesia

3. Golongan Bahasa Inggris

Cabang Syarhil Al-Qur’an (Kode: MSQ)

*MSQ = Musabaqoh Syarhil Al-Qur'an

Syarhil Al-Qur'an merupakan lomba menjelaskan makna ayat-ayat Al-Qur'an. Lomba ini dilaksanakan secara bertim (terdiri dari tiga orang) yang terbagi menjadi pensyarah (pidato), qori/qoriah (pembaca ayat Al-Qur'an) dan puitisasi (penerjemah ayat Al-Qur'an).

Cabang Fahmil Al-Qur’an (Kode: MFQ)

*MFQ = Musabaqoh Fahmil Al-Qur'an

Fahmil Al-Qur'an merupakan lomba yang menguji pemahaman peserta tentang isi Al-Qur'an melalui pertanyaan dan jawaban. Lomba ini lebih kita kenal dengan cerdas cermat. Namun, materi yang diangkat adalah seputar ilmu agama, baik Fiqih, Akidah Akhlak, Al-Qur'an Hadits, Sejarah Kebudayaan Islam, Tauhid, Hafalan, dan sejenisnya.

Cabang Khattil Qur’an (Kode: MKQ)

*MKQ = Musabaqoh Khattil Al-Qur'an

Khattil Qur'an merupakan lomba seni menulis ayat-ayat Al-Qur'an, yang dikenal dengan seni kaligrafi. Berikut adalah golongan lomba ini:

1. Golongan Naskah (media kertas)

2. Golongan Hiasan Mushaf (media kertas)

3. Golongan Dekorasi (media triplek)

4. Golongan Kontemporer (media kanvas)

Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (Kode: MIQ)

*MIQ = Makalah Ilmiah Al-Qur'an

Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ) merupakan lomba menulis karya ilmiah yang berkaitan dengan Al-Qur'an. Selain disebut sebagai KTIQ, lomba ini juga disebut M2IQ (Musabaqoh Makalah Ilmiah Al-Qur'an).

Nah, itulah beberapa jenis lomba yang diadakan pada ajang MTQ. Pada pembahasan ini saya akan fokus membahas lomba yang terakhir, yaitu KTIQ/M2IQ.

©®

Karena ada banyak yang menanyakan tentang 'lomba M2IQ itu seperti apa dan bagaimana', maka saya tergerak untuk menuliskannya melalui blog ini. Semua tulisan di bawah berdasarkan pengalaman pribadi, jadi semisal ada perbedaan pendapat itu sah-sah saja. Namun, saya akan menjelaskan secara garis besar dan secara umum supaya orang-orang yang ingin mengikuti atau menekuni lomba ini bisa mendapatkan gambaran.

Apa saja yang dibutuhkan dalam M2IQ?

Ketika ingin mengikuti lomba M2IQ, beberapa hal yang perlu kamu siapkan adalah:

  1. Pastikan tema yang digunakan
  2. Kumpulkan referensi
  3. Persiapkan diri dan latihan menulis
  4. Alat dan bahan pendukung lomba
Seperti halnya lomba lain yang disediakan maqro' atau materi, M2IQ juga memiliki tema yang digunakan sebagai rujukan kepenulisan. Biasanya, terdapat dua tema yang diberikan oleh panitia melalui pendamping masing-masing. Tema diberikan bervariasi, tergantung penyelenggara, ada yang sebulan sebelum lomba, dua pekan sebelum lomba, bahkan satu pekan sebelum lomba. Pastikan kamu sudah memegang tema ketika akan menyusun kerangka tulisanmu.

Setelah memiliki tema, kumpulkan referensi yang dibutuhkan sebagai pendukung tulisan (buku, jurnal, berita, tafsir). Peserta diperbolehkan membawa referensi yang sudah ada ke dalam arena lomba sebagai bahan untuk menyusun tulisan. Namun, referensi yang diperbolehkan hanyalah referensi dalam bentuk hard file. Peserta tidak diizinkan membuka internet atau handphone ketika berada di dalam ruangan. Jadi, hendaknya kamu menyiapkan referensi sebanyak mungkin sesuai kebutuhan.

Persiapkan diri dengan sebaik-baiknya sebelum mengikuti lomba, baik membaca untuk menambah wawasan atau menulis untuk meningkatkan kecermatan. Latihan menulis sangat diperlukan dalam lomba ini, sebab kamu harus menulis makalah dengan tebal 10-15 halaman di arena secara langsung. Sehingga, dengan kemampuan menulis yang kamu latih, kamu sudah terbiasa untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan.

Hal yang harus diperhatikan baik-baik, jangan disepelekan, siapkan alat dan bahan sebelum berangkat lomba. Laptop yang sudah diisi penuh, pengisi daya laptop (charger) jangan lupa, referensi yang sudah dicetak, buku tulis dan pulpen untuk jaga-jaga (mencatat ide), buku bacaan atau kitab tafsir yang digunakan. Maka, jika kamu melihat peserta lomba M2IQ, jangan heran karena barang bawaan yang banyak. Sebab, banyak hal yang harus dipersiapkan.

Bagaimana teknis lomba M2IQ?
Peserta lomba akan melewati tahapan-tahapan berikut dalam lomba M2IQ:
  1. Menulis makalah (8 jam, on the spot)
  2. Menulis makalah tahap 2 (tergantung kebijakan penyelenggara)
  3. Presentasi makalah
Lomba M2IQ merupakan lomba yang memakan durasi paling lama (bersama dengan kaligrafi), yaitu delapan jam, dimulai pukul 08.00 - 16.00 (disesuaikan). Mengapa demikian? Karena kamu akan menulis makalah on the spot (di tempat). Ya, kamu tidak salah baca! Kamu akan menulis makalah sesuai tema mulai dari nol, dari kertasmu kosong sampai mencapai minimal halaman yang ditentukan.

Berat, ya? Jelas! Tapi kamu pasti bisa dengan persiapan yang matang; latihan menulis, membuat kerangka tulisan, menyiapkan alat dan bahan, menyiapkan mental dan kesehatan. Jangan sampai sakit, karena menulis karya ilmiah butuh fokus dan konsentrasi tinggi serta tubuh yang fit.

Setelah menyelesaikan tulisan/ makalah, kamu akan diarahkan untuk mencetaknya oleh panitia (printer disediakan di arena lomba). Lalu, kamu akan mengumpulkannya pada panitia yang bertanggungjawab dan kamu tinggal menunggu pengumuman peserta yang lolos ke tahap final.

Nah, pada tahap ini, ada juga penyelenggara yang mengadakan presentasi (tertutup) terlebih dahulu sebelum mengumpulkan makalah. Jadi, yang dinilai sebelum dinyatakan lolos ke final adalah makalah dan presentasi. Namun, pada kebiasaannya, yang dinilai adalah makalahnya saja (tanpa presentasi). Penilaian presentasi dilakukan pada finalis.

Setelah dinyatakan lolos final (3 peserta putra, 3 peserta putri), maka kamu harus menulis makalah lagi dengan memilih tema yang berbeda. Jika pada babak penyisihan kamu menggunakan tema A, maka pada babak final kamu harus menggunakan tema B, begitu juga sebaliknya. Maka dari itu kamu harus siap dengan dua tema yang disediakan. Teknis penulisan pada babak final sama saja dengan babak penyisihan (menulis di tempat selama delapan jam).

Setelah itu, para finalis akan melakukan presentasi isi makalah dengan bantuan power point (PPT) yang disiapkan pada malam sebelum presentasi. Sebab, biasanya jika hari ini pengumuman final, maka besok langsung menulis dan lusa langsung presentasi. Memang sat set, kita dituntut untuk gerak cepat.

Presentasi final dilakukan secara terbuka, artinya dapat disaksikan oleh siapa saja. Terdapat tiga Dewan Hakam untuk tingkat kecamatan dan kabupaten, serta enam Dewan Hakam untuk tingkat provinsi dan nasional.

Berasa disidang Wak, wkwk. Pengalaman presentasi di tiap jenjang seleksi membuat saya benar-benar sadar bahwa persiapan mental sangat dibutuhkan. Karena, ada beberapa peserta yang saya saksikan terlihat tertekan sampai menangis ketika diberikan pertanyaan oleh Dewan Hakam. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita harus siap dan menguasai seluruh isi makalah serta bisa memprediksi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul. Dewan Hakam memberikan pertanyaan untuk mengetes sejauh mana kita paham atas apa yang kita tulis.

Begitu, ya. Setelah melewati berbagai tahap itu, kamu hanya tinggal menunggu pengumuman saja di malam penutupan.

Berapa usia maksimal lomba M2IQ?
Seperti Syahril dan Fahmil yang memiliki batas usia sampai 17 tahun 11 bulan 29 hari, M2IQ juga punya batas usia maksimal yaitu 24 tahun 11 bulan 29 hari. Saat ini saya sudah berusia 25 tahun lebih, jadi saya tidak lagi bisa mengikuti lomba ini.

Jika boleh menyesal, saya menyesal tidak mengikuti lomba M2IQ sejak lulus Aliyah, sejak tahun pertama menjadi mahasiswa. Namun, semuanya sudah digariskan oleh Allah SWT. Saya mulai aktif menulis juga di tahun 2020 (tahun kedua, tepatnya semester tiga), dan setelah setengah tahun kemudian, di tahun ketiga, saya mulai mengikuti lomba. Nah, buat kamu yang punya banyak kesempatan, jangan takut memulai, ikut saja, coba saja, belajar yang gigih dan gapailah mimpi-mimpi itu.

Cerita pengalaman
Saya mulai mengikuti lomba M2IQ pada pertengahan tahun 2021 (mendekati akhir semester perkuliahan). Saya mulai dari seleksi kecamatan. Pada saat itu, hanya saya peserta putri yang ikut. Meski begitu, saya tetap mengikuti lomba dengan teknis yang semestinya. Meski tidak ada saingan, saya benar-benar mencoba menulis yang terbaik. Dan setelah itu kemudian presentasi di hadapan Dewan Hakam. Sebelum itu, saya bertanya banyak hal kepada teman saya yang pernah ikut sebelumnya terkait apa yang perlu disiapkan, apa yang dibutuhkan, sampai teknis lomba (seperti yang saya tulis di atas).

Selanjutnya, saya mengikuti seleksi tingkat kabupaten di Pujut, Lombok Tengah. Pada saat itu, saya tidak lolos ke tingkat selanjutnya, saya berada di urutan keempat (harapan 1). Seperti yang kita tahu, peserta yang bisa lolos ke tingkat selanjutnya hanyalah juara 1 saja. Kecewa? Tidak! Justru saya bersyukur bahwa saya bisa menyelesaikan tulisan dan presentasi dengan baik meskipun akhirnya tidak lolos ke final. Saya juga bangga pada diri saya karena bisa berada di posisi lima besar dalam percobaan awal. Saingan saya saat itu banyak yang sudah berpengalaman sebelumnya. Berada di posisi keempat juga merupakan kebanggaan bagi saya.

Nah, di sini penyelenggaraannya seperti yang saya jelaskan di atas, penilaian untuk lolos ke final dari tulisan dan presentasi. 

Apakah saya menyerah? Tidak!
Setelah mengikuti seleksi itu, setelah kegagalan itu, saya kembali didaftarkan oleh guru saya untuk berlomba di tingkat kabupaten Lombok Barat (saat itu dilaksanakan di Narmada). Seperti biasa, saya persiapan dengan sebaik-baiknya dan berlomba dengan maksimal.

Di malam pengumuman juara, saya sempat kehilangan harapan karena mendengar isu bahwa yang akan masuk final adalah peserta/ putra-putri asli Lombok Barat (saya asli Lombok Tengah). Akhirnya saya hanya bisa pasrah. Namun, pada kenyataannya, saya berhasil masuk final dan bisa menyuguhkan penampilan terbaik saya dalam presentasi. Pada saat itu, kami tidak menulis lagi. Jadi, makalah yang dipresentasikan adalah makalah yang dibuat pertama (beda penyelenggara beda kebijakan). Malam setelah mengetahui saya masuk final, saya mempersiapkan power point sampai jam dua belas lewat, besok pagi harus presentasi. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan akhirnya saya memenangkan juara pertama, berhasil mewakili kabupaten Lombok Barat untuk berlaga di tingkat provinsi.

Jangan tanya kenapa saya hijrah kabupaten, ya, wkwk. Hal semacam ini sangat lumrah di dunia MTQ.

Selama persiapan lomba untuk tingkat provinsi, saya benar-benar berjuang. Saya merasa di titik itulah awal perjalanan panjang dimulai. Saat itu sudah tahun 2022 awal, saya sudah memasuki semester akhir, sedang mengerjakan proposal untuk skripsi. Jadi, selain harus fokus menyelesaikan proposal, saya juga harus fokus persiapan lomba. Berat memang, tapi alhamdulilah saya kuat menjalani semuanya. Pelatihan pertama (kalau tidak salah 4 hari tiga malam), kami menginap di hotel. Latihan dari pagi sampai malam, hanya jeda shalat dan makan. Setiap peserta berjuang dengan cabangnya masing-masing. Pelatihan kedua (tiga hari dua malam), kami menginap di sebuah penginapan di Lombok Barat. Sama, latihan dari pagi sampai malam. Namun, saat itu saya sambilan pergi ke kampus untuk konsultasi proposal. Pagi sampai siang saya izin pergi ke kampus, siang istirahat sebentar lalu lanjut latihan sampai malam, begitu seterusnya. Setelah dua kali pelatihan (TC; Technical Center), kami tetap latihan di rumah dan pergi ke rumah pembina untuk konsultasi makalah sebagai persiapan lomba. Perjuangannya benar-benar luar biasa. Kamar dan kasur yang dipenuhi kertas-kertas sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

Lalu, pada bulan Juli 2022 saya dan kami akhirnya berlomba di tingkat provinsi. Banyak yang terjadi di sini, namun mungkin saya tidak akan menceritakan dengn detail. Pada intinya saya mengikuti lomba dengan maksimal (meskipun ada beberapa kendala pada hari pelaksanaan). Dan alhamdulilah saya juga mendapat juara pertama di tingkat ini. Akhirnya saya bisa lolos ke tingkat nasional, mewakili provinsi NTB untuk berlomba di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Perjalan itu adalah perjalan pertama saya ke luar daerah. MasyaAllah.

Sama sibuknya dengan persiapan untuk tingkat provinsi, persiapan ke nasional juga begitu. Selain konsultasi makalah, saya juga konsultasi proposal. Dan saya bertekad untuk dapat sidang proposal terlebih dahulu sebelum berangkat ke Banjarmasin. Usaha tidak mengkhianati hasil, di hari pertama TC; pembukaan pelatihan (H-5) sebelum keberangkatan, saya berhasil sidang proposal. Peserta yang lain datang pagi, saya izin datang sore karena harus melaksanakan sidang proposal pada siang hari. Setelah menyelesaikan kewajiban itu, dengan masih memakai almamater dan membawa buket, saya pergi ke penginapan peserta lomba (kebetulan tempatnya dekat dengan kampus saya). Saat itu saya tidak ada kesempatan pulang ke rumah, jadi saya sudah pamitan sebelumnya, satu minggu sebelum berangkat (karena sudah memprediksi tanggal sidang dengan hari pertama pelatihan yang kemudian akan langsung berangkat ke Kalimantan dari sana).

Pada 16 Oktober 2022, kami berangkat ke Banjarmasin. Dari Bandara Internasional Lombok menuju Surabaya (transit) lalu ke Banjarmasin. Perjalanan yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Pengalaman pertama yang akan selalu terekam indah dalam kepala. Perjuangan yang sungguh membekas. Meski dengan tantangan mabuk kendaraan, saya tetap semangat berlomba. Arena lomba saat itu di auditorium Universitas Lambung Mangkurat. Saya menyaksikan sendiri peserta-peserta yang menggeret koper berisi buku-buku referensi, saya mengalami sendiri bagaimana ketatnya proses registrasi di nasional sebelum hari H lomba (ketika kedatangan dan konfirmasi kafilah). Waktu itu, laptop kami dikumpulkan dan diperiksa. Kalau bisa harus diformat (jadi saya sudah siap backup seluruh file ke Drive). Namun, saya juga menyampaikan ke panitia bahwa file skripsi saya ada di sana. Luar biasa.

Qadarullah, saya belum bisa juara di tingkat nasional. Tapi, tidak apa-apa, saya tetap bangga pada diri saya sendiri. Mahabaik Allah dengan segala nikmat yang Ia berikan untuk saya, perjalanan, pengalaman, pertemuan dengan orang-orang hebat, dan lain sebagainya.

Semoga kamu (siapa pun itu) yang sedang bersiap-siap untuk lomba M2IQ dapat melaju ke tingkat nasional, sampai menjadi juara. Aamiinn ya rabbal 'alamin.

©®

Pada tulisan ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih untuk semua orang yang telah berjasa dalam proses bertumbuh saya selama ini. Semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan berlipat ganda.