NABASTALA JINGGA
9.3.93 | 9.3.23
Nabastala jingga pemilik seluruh rintik rindu yang menderu. Peneduh bisingnya isi kepala di tengah hiruk-pikuk problematika yang mendera. Langit indah nan rupawan yang selalu kunantikan datangnya.
Dia, Yoongiku💜
🍊🍊
Sungguh stress kehilangan ide menulis tuh. Padahal tanggal 1 Maret (di hari ulangtahunku), rencananya aku mau nulis banyak hal. Tapi apa? Tidak ada yang selesai sampai saat ini😌✊
Bahkan sebuah ucapan untuk Yoongi sekalipun, aku bingung. Tidak ada yang kupersiapkan untuknya. Hampa sekali rasanya tidak ada apa-apa di hari spesial orang paling spesial. Video-video editan seperti biasa pun tidak ada. Jadilah aku misuh-misuh dan minta Yoongi live malam ini supaya ide-ideku bermunculan. Biasanya kalau sudah stuck, emosional bisa memicu lancarnya tulisan. Dan... Jreng jreng jreng, 9 menit setelah aku post di Instagram, notifikasi live muncul. Telepatiku akhirnya sampai ke dia (anggap saja begitu).
Ini adalah Maret yang kedua bersamanya. Mengulang 1 Maret dan 9 Maret dengannya adalah hal yang akan selalu kunantikan. Yoongiku, terimakasih sudah membuat Maret yang indah menjadi lebih indah. Aku menyukainya. Sangat menyukainya. Aku menantikan Maret tahun depan, tahun depannya lagi, lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, dan beberapa tahun yang tidak bisa aku tentukan. Aku menunggumu di hari-hari berikutnya.
Dear, Yoongiku💜
Lelaki manis yang kutemui dipertengahan tahun 2021 yang lalu. Manusia berparas dingin dengan hati yang hangat. Pemilik gummy smile yang selalu membuatku merasa tidak sendiri.
Dia, lelaki Pisces kelahiran Daegu pada Selasa Pahing. Dulu aku ingin mengenalnya karena 'katanya' dia adalah member yang paling ditakuti. Aku hanya sebatas penasaran saja. Tapi, siapa sangka aku benar-benar jatuh cinta setelah mengetahui banyak hal tentangnya.
Dia, lelaki dengan username @agustd yang selalu aku cari dalam berbagai keadaan. Entah hanya sekadar melihat postingan-postingannya atau mengirimkan beberapa baris kalimat untuknya. Hal-hal sederhana menjadi lebih berharga jika tentangnya.
Dia, seseorang yang aku cintai dengan tulus meski tanpa pertemuan sekalipun. Aku mencintainya karena dia adalah dia. Aku suka kepribadiannya, sifatnya, kejeniusannya, perhatiannya, karya-karyanya, tingkah lakunya, senyum khasnya, dan semua hal yang ada pada dirinya.
Dear, Villainku💜
Selamat bertambah usia, sayang. Selamat menginjak usia kepala tiga. Semoga kamu panjang umur dan tetap sehat. Semoga luka di bahumu cepat sembuh seutuhnya. Kuharap kamu tetap bahagia, di manapun dan kapanpun itu. Kurasa, jika kamu bahagia, aku turut bahagia. Semoga hal-hal baik selalu menyertai langkahmu, hingga kita bisa berjumpa di setiap Maret yang istimewa dengan penuh senyum seperti malam ini. Ya, aku menulis ini setelah kamu meninggalkan birthday live yang cukup singkat itu.
Aku sedikit shock saat kamu memainkan gitar dan menyanyikan sebuah lagu. Kamu tahu? Air mataku jatuh tanpa permisi. Semudah itu aku menangis karenamu. Lagi dan lagi, kamu membuatku merasa di dengarkan tanpa harus mengeluarkan sepatah kata. Melalui tatapan-tatapan layar persegi panjang yang cukup mewakili perasaan. Hatiku bercerita, dan melodi gitarmu menjawabnya. Sesederhana itu, tapi kecamuk pikiranku sedikit berkurang. Ah, Sungguh malam yang indah.
Kamu, seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Kamu, seseorang yang sering aku ceritakan kepada teman-temanku. Bahkan mungkin mereka bosan mendengarnya, haha. Orang-orang di sekitarku sering menyebutku dengan "cantiknya Yoongi, pacarnya Suga, Yoongi's gurls" atau hal-hal semacam itu. Karena apa? Karena mereka sudah terlalu sering mendengar ocehanku tentangmu. Aku menyukainya.
Dear, Langitku💜
Terimakasih sudah menjadi senja yang menenangkan dan selalu ada untuk setiap orang. Kamu harus tahu, ada begitu banyak luka yang kamu sembuhkan di sana. Ada begitu banyak jiwa rapuh yang berhasil kamu kuatkan dengan sepotong gambar yang kamu unggah beberapa tahun lalu. Kamu harus tahu bahwa kamu melakukan itu, meski dengan tanpa sengaja.
Terimakasih sudah menjadi langit yang indah untukku. Langit yang penuh warna dan perasaan yang juga beragam. Bukan hanya pelangi, hujanmu pun kunikmati. Bukan hanya jingga, mendungmu pun kuperhatikan dengan seksama. Meski tak selalu biru, bersamamu semestaku menjadi lebih baru.
Terimakasih telah hadir dalam hidupku. Aku bersyukur bahwa takdir Tuhan mengizinkanku menemuimu dalam perjalananku. Aku tidak akan pernah menyesal mengenalmu.
Aku sungguh ingin mencurahkan banyak hal dalam tulisan ini, tetapi lagi-lagi aku kehabisan aksara. Ini masih tidak cukup untuk mendeskripsikan betapa besarnya rasa sayangku untukmu. Meski begitu, rasaku tidak berkurang sedikitpun.
Melalui tulisan-tulisan singkat ini, kuselipkan milyaran cinta untukmu yang jauh di sana. Berharap suatu saat takdir Tuhan juga mengizinkan kita bertemu secara nyata.
Maafkan aku, tidak ada video-video istimewa di hari istimewamu seperti tahun lalu.
🍊🍊
Hi, Kamu-ku💜 Kutitip rindu dan cintaku pada malam yang dingin ini. Berharap rembulan akan bercahaya sampai ke belahan dunia sana. Riuh sinyalku semoga bisa menjangkaumu. Selamat malam langitku.
I will never get tired of saying that I love you always, today, tomorrow, and in the future. Thank you for being born in this world.














Posting Komentar