MENGAPA HARUS MENULIS?

 

Beberapa karya penulis

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hallo readers...

Sudah lama ya tidak bersua kembali sejak postingan terakhir. Kali ini aku akan membagikan sedikit pengalamanku tentang KENAPA SIH HARUS MENULIS?

Cus simak langsung ya, hehe...

Sebelum itu, aku mau nanya nih sama readers. Menurut kalian kenapa kita harus menulis? (Jawab di komentar yah). Aku yakin readers punya banyak alasan mengapa akhirnya memilih jalan ini (baca:menulis). Atau untuk yang belum menulis akan segera tergerak hatinya untuk mencoba setelah membaca tulisan singkat ini.

Jadi ada beberap alasan mengapa kita harus menulis:

1. Menulis Sebagai Terapi

Lah kok bisa sih menulis sebagai terapi?

Bisa jadi itulah yang ada di benak readers, ya kan? Ngaku aja, hehe

Ada yang suka menulis diary (buku harian) gak disini? Yuk acung! Yups, dengan menulis diary bisa membuat perasaan seseorang menjadi lebih baik. Hal ini pernah ku buktikan sendiri, malah sering sekali. Ketika aku merasa hatiku sedang gundah gulana, gelisah, dilema, sakit hati, kecewa, dan sebagainya aku memilih untuk menulis, meluapkan segala apa yang ku rasakan. Jangan tanggung-tanggung, jangan memikirkan kaidah kepenulisannya apakah sudah sesuai KBBI atau belum, ini buku diary jadi sifatnya bebas. Tuangkan saja semuanya. Dengan melakukan hal itu perasaanku mulai lebih membaik dari sebelumnya.

Ada yang sama?

Selain sebagai terapi mental, menulis juga baik untuk kesehatan loh.

James W. Pennebeker di University of Texas, Austin, telah melakukan penelitian tentang sebuah aktivitas menulis selama bertahun-tahun. Dalam The Secret of Pronouns, Pennebeker menyimpulkan bahwa "Saat menulis, kesehatanmu pun menjadi lebih baik" (guesehat.com)

Cobalah dan buktikan sendiri, yuk nulis:)

2. Meningkatkan Percaya Diri

Untuk mempublikasikan sebuah tulisan ke khalayak umum butuh keberanian dan kepercayaan diri yang bagus. Banyak yang mengatakan malu ketika tulisannya dibaca orang lain, tidak sesuai dengan minat pembaca, tidak sesuai kaidah kepenulisan, takut dikrtitik dan lain sebagainya sehingga membuat mereka tidak jadi menulis. Ketika berani memublikasikan tulisan maka percayalah bahwa kalian hebat. Mengapa aku berani mengatakan demikian? Ya, karena tadi, ketika tulisan kita dibaca orang lain maka kita juga sudah siap menerima segala kritikan dari pembaca. Tapi ingat ya, jadikan itu motivasi untuk menjadi lebih baik. Kalau ada yang lebih condong ke bullying lebih baik abaikan saja. Kita selangkah lebih maju ketika berani mempublikasikan tulisan, PERCAYA DIRI.

3. Memberikan Manfaat Kepada Orang Lain

Menulis bukan hanya sekedar menulis. Tulisan-tulisan yang pernah kita publikasikan bisa saja sebagai perantara seseorang untuk berubah menjadi lebih baik. Oleh karena itu, buatlah tulisan yang berisi (bermanfaat). Sepatah dua patah kalimat akan tetapi mampu merubah pola pikir orang lain. Jangan sampai tulisan kita justru menjadi dosa jariyah, merusak generasi, dan menjerumuskan orang lain.

4. Menulis Meninggalkan Jejak

Dibandingkan perkataan, tulisan akan lebih bertahan lama. Selama tulisan kita ada, jejak hidup kita akan tetap ada. Tulisan kita akan abadi meski raga kita sudah mati. 

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian" (Pramoedya Anata Toer)

Menulislah, tinggalkan jejak diri. Tulisan kita akan selalu terkenang sepanjang masa. 

Nah, jadi itu beberapa hal yang menjelaskan mengapa kita harus menulis. Jadi bagaimana? Mulai tertarik untuk menulis? Yuk ah mumpung masih diberikan kesempatan bernapas, mumpung masih sehat.