SO SHOW ME! I'LL SHOW YOU pt.2

 


Yuhuuu, aku kembali!

Apakah kalian kangen dengan tulisan-tulisanku?

Nggak, juga gapapa :"

Aku bakal tetap nulis sepanjang yang aku mau, haha.


Mari kita melanjutkan cerita yang tertunda. Aku akan menceritakan beberapa hal yang terjadi selama lima tahun terakhir ini.


LETCHUGOOO~

2018

Tahun ini aku mulai masuk universitas (sekitar bulan September sudah ospek). Masuk kuliah dengan niat dan keinginan yang tinggi serta dukungan yang tinggi dari orang tua, meskipun dengan beberapa hambatan yang sudah mulai terlihat. Cerita lengkapnya lebih baik dibahas saat kita bertemu saja.

Aku kuliah dengan beasiswa full dari semester awal sampai semester delapan. Dan apakah aku sudah wisuda? Jawabannya belum. Masih belum saat aku menulis tulisan ini. Memang sedikit terlambat, tapi tidak apa-apa. Setiap orang memiliki waktu terbaiknya masing-masing. Kalau dihitung, ini sudah lewat satu semester dan akan masuk dua semester. InsyaAllah dalam waktu dekat aku wisuda. Doain ya!

Harusnya aku wisuda di tahun 2022 akhir jika melihat waktu normalnya, tapi ini sudah tahun 2023. Keterlambatan ini menjadi salah satu kegagalan yang aku rasakan, dan menyisakan sedikit penyesalan. Namun, aku kembali dengan pikiran-pikiran positif yang mampu menguatkan hatiku. Tidak ada yang benar-benar gagal jika kita masih berjalan. Jadi, tidak apa-apa. Semua akan baik-baik saja.


"Ada saatnya kita butuh gagal, untuk bisa menghargai lebih banyak hal."


Tahun ini aku mulai memiliki mimpi menjadi seorang penulis. Waktu semester satu, aku sering mencari buku referensi ke perpustakaan untuk membuat laporan, dan aku menemukan sebuah buku. Aku tidak ingat judulnya apa, aku hanya melihat nama penulisnya yang memiliki nama yang mirip sepertiku. Bedanya, dia tiga kata dan aku dua kata. Nama tengah dia yang berbeda. Saat melihat itu, aku hanya bergumam, "wah, sepertinya keren juga kalau namaku ada di cover buku". Dan impian itu terwujud setelah dua tahun berlalu. Meskipun belum banyak karya, aku bangga dengan diriku yang berani mengambil langkah.

Tahun ini aku mulai menuliskan mimpi-mimpiku di atas kertas. Hal-hal seperti itu selalu diajarkan ketika aku di organisasi. Katanya, itu adalah bagian dari sugesti sekaligus doa untuk diri kita sendiri. Dan beberapa list mimpiku di tahun itu terwujud satu per satu. Tapi, aku lupa di mana menyimpan tulisan itu. Barangkali aku harus menuliskan mimpi-mimpi baru lagi.

Tahun ini aku, ketika aku menjadi mahasiswa baru, aku tetap ikut organisasi. Aku masih terbiasa dengan kegiatan yang padat. Sepulang kuliah, kadang rapat atau pelatihan. Organisasi yang aku ikuti di tahun ini adalah IKMA DM (Ikatan Mahasiswa Alumni Darul Muhajirin) yang memang khusus untuk alumni seperti kami, ada juga argUMent (organisasi bahasa Inggris tingkat universitas), dan MT. Al-Kahfi (meskipun aku tidak terlalu aktif di sana).

Tahun ini aku mulai belajar beradaptasi dengan kehidupan kampus, kehidupan kos-kosan (meskipun sudah terbiasa mondok tapi pasti beda rasanya jika harus tinggal di kos).

Tahun ini (semester satu), aku mulai benar-benar sering bergadang karena mengerjakan laporan praktikum. Ya, meskipun jurusanku matematika, tapi kami praktikum Kimia, Fisika, dan biologi. Aku pernah merasa benar-benar muak dengan kegiatan laporan ini. Syukur hanya satu semester saja. Tapi, life goes on. Sekarang, semuanya sudah berlalu dan yang tersisa hanya kenangannya saja.

Di tahun ini pula aku mencoba menjadi LO Guide. Waktu itu ada lomba debat Se-Bali Nusra yang diadakan oleh argUMent (organisasi yang aku ikuti mulai tahun 2018). Itu sebuah pengalaman luar biasa. Aku ingat dulu memegang kelompok debat dari Bima, anak-anak SMA. Dan pendampingnya sangat ramah. Aku suka saat-saat itu. Aku senang pernah memiliki pengalaman seperti itu.

Tidak banyak yang berubah, aku masih aktif organisasi dan sesekali jalan-jalan. Mungkin yang berubah adalah lingkup pertemanan. Aku mulai mengenal lebih banyak orang dengan karakter yang berbeda. Apa yang menarik di tahun ini? Mungkin tidak banyak, tapi aku mensyukuri semua hal yang terjadi di tahun ini. Oh, aku masih ingat saat ulang tahunku yang ke-18. Tapi, itu saat aku masih di Aliyah. Ulangtahun yang sangat berkesan dan membahagiakan. Kalau pada umumnya sweet seventeen yang paling berkesan bagi sebagian besar orang, tidak denganku. Justru sweet eighteen lebih membahagiakan.

2019

Nah, tahun ini aku sudah semester dua dan mulai menambah organisasi. Aku ikut organisasi di program studiku. HIMATIKA (himpunan mahasiswa matematika). Mengapa tidak ikut di tahun 2018? Jawabannya adalah karena penerimaan anggota baru dilakukan saat maba menginjak semester dua. Hal tersebut dilakukan karena mungkin untuk membiasakan kami para maba dengan suasana kampus terlebih dahulu. Satu-satunya alasanku untuk bergabung adalah karena ada kegiatan pengabdian yang dilakukan. Setelah melewati berbagai seleksi penerimaan anggota, aku resmi menjadi bagian dari HIMATIKA. Dan beberapa bulan setelahnya, aku ikut kegiatan pengabdian yang selalu aku nantikan. Beberapa kegiatan lainnya seperti Kemah Bakti yang menjadi agenda wajib untuk penerimaan mahasiswa baru program studi pendidikan matematika. Jika di tahun 2018 aku berstatus sebagai peserta, maka tahun ini aku ditempatkan sebagai pendamping kelompok.

Oktober 2019 menjadi pengalaman pengabdian yang sangat membekas untukku. Waktu itu, pengabdi di lakukan di daerah Lombok Tengah (bagian selatan). Kamu menginap selama tujuh hari di tempat yang sedikit susah sinyal dan juga kesulitan air. Ketika perencanaan awal, aku ditempatkan di bagian HGTS (HIMATIKA Goes To School, bagian ngajar anak-anak Sekolah Dasar). Namun, seiring mendekati waktu keberangkatan, posisiku berubah. Aku harus mengambil bagian yang berinteraksi fokus dengan masyarakat (semacam penelitian kecil yang mengikuti kegiatan sehari-hari seorang warga). Itu bukan masalah bagiku. Perubahan itu juga karena sebuah alasan. Waktu itu, hanya aku yang cocok karena perbedaan bahasa yang digunakan di tempat kami mengabdi. Ah, aku kangen dengan kegiatan volunteer. Jika ada pelatihan volunteer seperti yang dilakukan (Lail dan Maryam) maka aku ingin bergabung ke dalamnya. Aku sungguh sangat menyukai kegiatan ini.

Aku juga mendaftarkan diri di organisasi tingkat universitas yaitu PS-Q (Pengembangan Studi Al-Qur'an). Kenapa tidak gabung sejak awal? Jawabannya adalah karena aku telat melihat info, huhu. Akhirnya harus bergabung di tahun kedua (2019 akhir, waktu semester tiga). Organisasi ini fokus pada pengembangan baca tulis Al-Qur'an. Jadi, beberapa bidang yang dikembangkan di sini adalah Kaligrafi, Tilawah, Tartil, Tahfidz, dan KTI-Q. Niat awal bergabung untuk mengembangkan kaligrafi yang sudah sejak MTs. ku geluti, namun siapa sangka di akhir-akhir keanggotaan justru lebih fokus ke karya tulis ilmiah. Tapi, apapun itu, aku suka menekuni dua-duanya. Tilawah? Aku pernah belajar juga sejak MTs. tapi aku memang tidak berbakat di bidang suara 😭✋

Di tahun ini aku mulai mencoba menjadi MC untuk pertama kalinya. Itu ketika acara 'Wisuda Tahfidz' yang diadakan oleh UKM PS-Q. Aku yang tidak pernah berani tampil di depan umum mulai mencoba langkah baru. Itupun aku ditunjuk makanya mau nyoba. Jika tidak, mungkin sampai detik ini aku tidak akan pernah tahu rasanya menjadi MC. Aku yang tidak pandai ini dengan sabar dibimbing oleh salah satu kakak seniorku. Dia menunjukkan bagaimana menjadi MC, terutama bagaimana mengatur suara. Big thanks to her. Karena pelajaran itu aku sampai detik ini sering menjadi MC, baik di PS-Q (lagi), organisasi lain, bahan di desaku. MC formal dan informal pernah aku coba. Dan itu menarik.

Di tahun ini pula aku mulai diberikan amanah menjadi coach untuk ALC di argUMent. Tahu kepanjangan ALC? Academic and Leadership Coaching. Jadi, masing-masing coach akan diberikan satu kelompok anggota baru yang akan dibimbing untuk merasa nyaman di rumah ini (argUMent). Kami coach baru juga memiliki coach sendiri. Dan tentu saja sebelum menjalankan tugas, ada banyak training yang dilakukan. Banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan di sini.

Tahun 2019 juga menjadi tahun yang berkesan karena akhirnya satu wishlist-ku selesai. Aku akhirnya bertemu Ust. Hanan Attaki tepat di hari ulang tahunku. Beliau adalah sosok yang aku kagumi. Nasehat-nasehat beliau sangat membekas untukku. Dengan gaya penyampaian yang khas anak muda banget, itu sangat menarik bagiku.

Banyak hal yang terjadi di tahun ini, tapi mungkin tidak banyak yang bisa aku ceritakan. Aku mensyukuri setiap hal yang terjadi di tahun ini.

2020

Tahun ini aku mulai menjadi bagian kepengurusan di PS-Q. Ya, tidak lama setelah bergabung, aku mulai gabung di departemen minat dan bakat. Aku memegang kaligrafi sebagai penanggung jawab pelatihan.

Tahun ini sudah mulai Corona, waktu itu aku masih semester empat (Maret). Aku ingat sekali pengumuman libur dua pekan yang berujung dua tahun. Awalnya aku senang karena libur, tapi lama-kelamaan aku bosan terus di rumah. Aku bosan karena tidak bisa bertemu dengan teman-teman kampusku. Kenyataannya, kesibukan yang padat di kampus lebih aku sukai dibandingkan kekosongan di rumah. Satu bulan mungkin aku menikmati menghabiskan waktu di rumah, tapi memasuki bulan kedua aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa. Semua aktivitas dibatasi.

Melihat tidak ada kegiatan yang benar-benar berarti selain kuliah, aku mulai mengembalikan mimpiku yang terpendam di tahun 2018. Ya, aku mulai serius menulis. Aku mulai mengikuti webinar tentang kepenulisan, mengikuti berbagai macam kelas menulis dan bergabung di beberapa komunitas menulis yang aku temui (Juni). Sampai akhirnya aku mulai memutuskan untuk mengikuti project NUBAR (Nulis Bareng) yang melahirkan karya pertamaku berjudul "Ketika Masalah Membawa Berkah". Meskipun antologi, ini benar-benar karya pertama yang aku punya. Dan setelah memegang buku itu, aku mulai kecanduan dan mulai mengikuti berbagai project menulis lagi sampai akhirnya aku bisa solo (Desember). Ya, awalnya memang hanya coba-coba, iseng ikut NUBAR, tapi akhirnya keterusan. Aku sudah merilis delapan buku antologi baru mulai menginjak solo dengan menerbitkan buku antologi puisi karyaku yang berjudul "Semesta & Rasa". Ini menjadi karya solo pertamaku. Untuk perjalanan menulisku, kalian bisa baca di tulisan yang lain (sudah aku post di blog ini juga dengan judul "writer journey".

Apa yang bisa ku ceritakan di tahun 2020 selain perjalanan menulisku? Mungkin satu-satunya yang sangat membekas adalah "Corona-Libur-Menulis". Perjalanan menulisku mulai di tahun ini. Aku sangat bersyukur telah mengambil keputusan itu dua tahun lalu. Aku masih aktif organisasi. Aku aktif sejak semester awal sampai sehari sebelum aku pelepasan KKN di semester tujuh. Aku menikmati kegiatan-kegiatan yang sibuk. Dan aku bersyukur pernah mecoba banyak hal dalam hidupku sehingga tidak ada yang perlu disesali, hanya tinggal menikmati kenangannya saja.

2021

Wah, cepat juga mencapai tahun ini. Apa aku kurang detail menceritakan tahun-tahun sebelumnya? Barangkali begitu, tidak seperti tulisan pertama.

Tahun ini aku mulai memegang kepengurusan di PS-Q menjadi pengurus inti (bendahara). Kalau tahun sebelumnya aku masih sebagai anggota departemen saja.

Sejujurnya, aku sudah banyak mengikuti kepanitiaan di semua organisasi kampus yang aku ikuti. Paling sering di acara. Aku pernah mencoba di devisi acara, humas, perlengkapan, penanggung jawab lapangan, dan konsumi. Aku tidak pernah mencoba devisi media karena aku tidak bisa editing, haha. Dan semua pengalaman itu tidak aku dapatkan di dalam kelas.

Tahun ini aku mengikuti dua kegiatan pengabdian meskipun tidak menginap seperti tahun 2019 lalu karena kondisi yang tidak memungkinkan. Tiga hari pengabdian di Sekolah Pesisi Juang bersama HIMATIKA dan dua bulan pengabdian (sekali sepekan pertemuan) bersama PS-Q. Dan keduanya mengajar. Di HIMATIKA aku mengajarkan anak-anak SD tentang matematika, dan di PS-Q aku mengajarkan anak-anak TPQ untuk membaca Al-Qur'an.

Tahun ini aku sudah mulai PLP dan KKN (semester tujuh). Aku PLP di SMPN 1 Jonggat, sekolah dekat rumah. Karena waktu itu masih pembatasan jadi kami memilih lokasi sekolah sesuai domisili. Memang, pilihanku bukan SMPN 1 Jonggat, tapi aku mendapat penempatan di sana. Menyesal? Tidak! Tidak sama sekali. Justru aku bersyukur bisa PLP di sekolah ini karena kami sangat diterima dengan baik. Kami diperlakukan seperti keluarga sendiri, menjadi bagian dari SMPN 1 Jonggat oleh guru-guru yang ada di sana. Bahkan ketika ada agenda liburan guru, kami diajak pergi. Itu sangat menyenangkan. Dan aku KKN di Lombok Barat, tepatnya Desa Langko, Kecamatan Lingsar. Banyak hal yang terjadi saat KKN. Banyak pengalaman dan pelajaran. Meskipun tidak terlalu berkesan, tapi tetap berkesan. Apa sih, haha. Maksudku, meskipun sedikit jauh dari ekspektasiku, tapi aku menikmatinya. Mungkin ekspektasiku terlalu tinggi. Ada banyak faktor yang menyebabkan itu semua, tapi mari kita mengenangnya menjadi pelajaran dan pengalaman luar biasa. Kalau diminta ng rate, mungkin 7/10. Aku sedikit kurang puas tapi Alhamdulillah semuanya lancar.

Tahun ini aku mulai melepas kegiatan organisasi secara perlahan. Tepat sehari sebelum berangkat KKN, aku sudah demisioner di semua kepengurusan yang aku pegang. Bukan berhenti secara terpaksa, memang sudah habis jabatannya. Aku bersyukur semuanya bisa selesai sebelum kesibukan KKN. Setidaknya pikiranku tidak terlalu bercabang.

Di tahun ini juga aku merilis buku solo keduaku berjudul "Epiphany" (September). Buku solo dengan genre motivasi non-fiksi dan tema self love. Kapan-kapan kita cerita tentang ini. Eh, tapi sepertinya aku sudah banyak menulis tentang Epiphany di Instagramku @idaaroyanii_

Tahun ini juga merupakan titik balik kebiasaanku. Aku mulai mengena Korea. Jadi buat kalian yang bertanya kapan aku mulai suka Korea, ini jawabnya. Pertengahan tahun 2021 (Juni) menjadi awal dari semua kebucinanku saat ini. Aku mulai mengenal Bangtan di tahun ini. Idol Korea pertama yang aku kenal dan ARMY menjadi fandom pertamaku (masih sampai saat ini tapi nambah fandom, haha). Lengkapnya tentang kisah pertemuanku dengan Bangtan pernah aku tulis, kapan-kapan aku share tautannya. Mengenal Korea khususnya Bangtan juga merupakan salah satu hal yang kusyukuri. Kenapa? Karena dengan itu, aku mulai mengenal dunia lebih jauh dan bertemu lebih banyak orang hebat, juga mencoba banyak hal. Ada begitu banyak aktivitas baru yang aku coba bersama ARMY. Aku mulai ikut event pertama kali di bulan April (kalau tidak salah ingat). Event Open House bersama @bts.armyproject.

Apalagi yang bisa aku ceritakan tentang 2021? Mungkin itu saja dulu, nanti kalau ingat aku kembali lagi untuk merevisi tulisan ini.

2022

Mungkin tahun ini adalah tahun terbucinku dengan cowo-cowo Korea khususnya Bangtan🤣 Semua hal yang aku bagikan di sosial media tidak jauh dari mereka. Sampai teman-temanku mungkin bosan melihat story ku setiap hari tentang K-Pop. Ya, wajar! Namanya juga K-Popers, haha. Aku juga banyak mengikuti project bersama ARMY. Mulai dari birthday cafe sampe blusukan di sawah atau panas-panasan di laut. Mungkin kalau aku tidak menjadi K-Popers (khususnya ARMY), mungkin aku tidak akan tahu rasanya naik perahu dayung yang nekat aku coba meskipun tidak bisa berenang. Mungkin aku tidak akan tahu rasanya keliling melihat luasnya lautan naik kapal laut sambil nyanyi-nyanyi bareng ARMY. Mungkin aku tidak akan tahu bagaimana cara orang menanam terumbu karang dan mencoba langsung prosesnya. Mungkin juga aku tidak akan tahu bagaimana rasanya melepaskan penyu. Bahkan, mungkin aku tidak akan tahu event-event K-Pop di cafe seperti apa. Tahun 2022-ku sebagian besar dihabiskan bersama ARMY.

Tahun ini juga aku mulai menambah fandom. Setelah satu tahun tiga bulan bersama Bangtan, akhirnya aku mulai menemani ENHYPEN juga. Di akhir tahun (September), aku mulai join ENGENE (fandom Enhypen). Tidak jauh dari Bangtan, masih sekomplek di Hybe Family. Ini kenapa dah suka akhir-akhir terus. Oh ya, aku mulai ikut event pertama bersama @engene.lombok di bulan November (Heejake event). Birthday cafe untuk Heeseung dan Jake, ramyeonz kami tercinta.

Jadi, memang tahun ini aku benar-benar aktif di dunia K-Pop. Mulai mengikuti banyak kegiatan K-Pop dan update tentang idol-idol Korea, cowo-cowo haluku. Cowo-cowo tampanku yang tidak bisa digapai. Cowo-cowo luar biasa yang sebenarnya bisa kita jadikan salah satu contoh untuk maju menggapai mimpi. Ayolah, kita bisa belajar banyak hal dari berbagai hal. Jangan keburu negatif thinking. Tidak semua hal yang kita nilai negatif akan negatif. Jadi sekarang fandomku ARMY dan ENGENE. Dan idol kesayanganku yang benar-benar aku ikuti adalah Bangtan dan Enhypen. OT7 yang sangat aku sayangi meskipun tidak pernah bertemu dan tidak tahu akan bertemu kapan (bisa jadi tidak akan pernah bisa bertemu). Tapi mari kita berharap secukupnya semoga ada kesempatan untuk bertemu dengan mereka.

Selain fangirling, aku masih mengerjakan hal-hal lain. Tenang, duniaku masih ada yang nyata juga. Aku masih menulis. Wishlist-ku tentang memiliki karya bersama ARMY dimulai tahun ini. Bukunya akan rilis Februari 2023 (InsyaAllah). Judulnya? You Never Walk Alone dan sudah mencapai tahap pembuatan cover (spoiler dikit). Tunggu saja tanggal rilisnya.

Wishlist-ku yang lain adalah akhirnya aku bisa bertemu dengan Tere Liye. Idola dan role modelku di dunia kepenulisan. Karena karya-karyanya aku mulai serius menekuni dunia literasi. Tepat hari Ibu kemarin, aku mengikuti workshop bersama beliau. Ada benyak pelajaran yang aku dapatkan di sini (sudah aku tulis di blog juga, nanti kalian baca kalau belum).

Dan yang paling membekas dan indah adalah tentang MTQ. Setelah 2017 yang lalu (baca di chapter pertama), aku hiatus di dunia MTQ. Ceileh hiatus gak tuh. Jadi, mulai pertengahan tahun 2022 aku kembali mengikuti seleksi MTQ. Kalau dulu aku ikut cabang Fahim Qur'an (cerdas cermat), sekarang aku berpindah ke cabang M2IQ (Musabaqoh Menulis Ilmiah Al-Qur'an). Aku mulai seleksi di tingkat kecamatan di Lombok Tengah (Praya Barat) sama seperti tahun 2017 yang lalu dengan guru pembimbing yang sama yang membawaku dulu. Berkat beliau aku merasakan bagaimana asyiknya MTQ. Aku lolos ke tingkat kabupaten untuk seleksi selanjutnya (Lombok Tengah). Tetapi setelah berlomba di sana, aku gugur. Meskipun berasa di posisi empat, aku sangat bahagia karena ini adalah pengalaman pertamaku di cabang ini. Benar-benar pertama 

FYI: untuk seleksi MTQ daerah seperti yang aku ikuti ini mulai dari tingkat kecamatan (bahkan desa jika memiliki banyak perwakilan) dan yang lolos ke tahap selanjutnya hanya juara satu. Jika tidak bisa mendapatkan juara satu berarti tidak bisa lanjut ke tingkat yang lebih atas. Berbeda dengan MTQ yang diadakan oleh kampus-kampus, langsung tingkat nasional.

Setelah selesai MTQ di Lombok Tengah dan aku tidak lolos, guruku kembali memintaku seleksi di Lombok Barat. Dan pada akhirnya aku lolos ke tingkat provinsi dan bertemu dengan temanku yang di Lombok Tengah. Setelah berlomba, qodarullah aku bisa lolos sampai tingkat nasional mewakili NTB. Dan Oktober 2022 adalah kali pertama aku meninggalkan Lombok dan menjejakkan kaki di luar daerah. Ya, selama 22 tahun aku hidup, itu adalah pengalaman pertama. Aku sangat bersyukur bisa merasakan itu. Merasakan bagaimana rasanya naik pesawat, dijemput di bandara ketika pulang, dan banyak hal pertama yang aku rasakan. Aku pergi ke Kalimantan Selatan tepatnya ke Banjarmasin selama sepuluh hari. Siapa yang sangka mimpiku di tahun 2018 (naik pesawat gratis) bisa terwujud setelah empat tahun? Begitulah keajaiban doa dan mimpi yang aku percayai. Tuhan tidak pernah tidak mengabulkan doa seseorang, jadi jangan pernah bosan berdoa. Jika belum dapat, mungkin besok, lusa, satu tahun, dua tahun, tiga tahun berikutnya, atau akan diganti dengan yang lebih baik.

Di tahun ini juga (Oktober), akhirnya aku bisa ujian proposal (tepat di hari pertama pelatihan MTQ). Dan aku juga melakukan penelitian setelah pulang dari Kalimantan (November).

Di tahun ini (Desember), aku juga mulai ngajar les. Banyak hal yang bisa dipelajari saat bertemu anak-anak. Ya, aku mengajar matematika untuk anak SD kelas dua (tiga orang) dan kelas tiga (satu orang). Jadwalnya tiga kali dalam sepekan (Senin, Rabu, Jum'at?. Dan semuanya di sore hari ba'da shalat Asyar.

Banyak hal yang terjadi di tahun 2022, dan aku mensyukuri semuanya.

2023

Dan akhirnya kita menginjakkan kaki di tahun ini. Sekarang, 1 Februari 2023 (tidak terasa sudah berganti bulan saja). Bucin cowok Korea? Masih! Baru kemarin beres ikut event K-Pop (29 Januari) bersama sayang-sayangku Engene. Event pertama di tahun ini. Karena ini masih baru, tidak banyak yang bisa aku tulis. Awal tahun aku mulai dengan pemanasan (menulis) untuk persiapan buku solo selanjutnya. Aku nulis #reviewsongchallenge dan #writerequest di IG dan blog pribadiku.

Pertengahan bulan ini, lagi dan lagi wishlist-ku akan tercapai (semoga tidak ada halangan). Tanggal 17 Februari besok, aku akan ke event musik untuk ketemu Smash. Yeah, akhirnya mimpi masa kecilku sebentar lagi akan terwujudkan. Kemudian di pertengahan tahun ini (Juni 2023) aku akan ke event ARMY Festival dengan guest star Reza Darmawangsa, yuhuuu. Wishlist-ku yang lain adalah ketemu Reza (semoga tidak ada halangan).



Untuk Januari tahun ini, ada beberapa hal yang sangat membuatku senang. Skripsiku telah selesai aku susun (masih proses bimbingan) dan naskah Nulis Bareng ARMY juga selesai dan akan segera terbit. Aku juga mulai ngambil job di penerbitan (layouter). Dulu sih pengennya jadi editor, tadi layouter juga bagus. Ini, saat aku menulis tulisan ini, aku baru kelar menyelesaikan naskah. Semalam kelar yang 800++ halaman (tiga hari) dan tadi pagi kelar yang 85 halaman (semalam). Mari kita menunggu naskah selanjutnya sembari melakukan hal yang lain.

Aku juga mulai bergabung dengan GC AWL (ARMY With Luv) di tahun ini. Group Chat yang aku tahu setahun lalu, tapi aku baru bergabung sekarang, haha.

Apa lagi yang bisa aku ceritakan di bukan kemarin? Oya, kemarin di event Engene aku pertama kali nyoba megang iguana, haha. Feel-nya ngeri-ngeri sedap. Iguananya kenalan dengan cakar. Mukaku kena, tapi tidak sakit cuma tergores sedikit saja. It's okey, it's a experience.



***

Aku sedikit kekhawatiran yang aku rasanya saat ini. Dalam beberapa kesempatan, aku terus memikirkan ini. Apakah aku terlalu santai akhir-akhir ini (karena kerajaanku hanya fangirling, sudah tidak sibuk organisasi seperti dulu). Selain itu, aku banyak mengikuti event dan sering keluar jalan-jalan. Aku merasa saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain. Apakah boleh aku begini terus? Apalagi di usia yang sekarang, di akhirat semester seperti sekarang. Aku sedikit khawatir tentang itu. Hatiku selalu berbisik, 'jangan-jangan aku terlalu berlebihan dalam kesenangan'. Namun, sisi hatiku yang lain berkata, 'tidak apa-apa, sejak dulu kamu sudah melakukan banyak hal, ini waktunya istirahat. Kamu juga butuh hiburan seperti ini.'

Kalau dipikir-pikir, selain kekhawatiran tentang wisuda, hanya itu kekhawatiran yang benar-benar kurasakan saat ini. Tapi, terlepas dari itu, semoga banyak hal baik di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya. Aku bersyukur pernah melewati banyak hal sejak dulu. Aku tidak akan menyesali apapun. Aku cukup menikmati hidupku. Tidak! Aku SANGAT MENIKMATI hidupku meski tidak semuanya berjalan sesuai keinginan. Ini adalah hal yang wajar. Dalam hidup, pahit manis selalu ada. Semuanya kusyukuri dengan sepenuh hati. Setiap hal memiliki pembelajarannya sendiri.

Semoga banyak hal baik yang menjumpai kita semua. Aku tidak akan membaca ulang tulisan ini setelah sampai di paragraf terakhir (akan langsung di post). Jadi, saat aku kembali nanti, mungkin ada beberapa cerita yang akan bertambah. Bisa jadi saat ini aku lupa menulisnya.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Dan tulisan ini selesai di chapter 2. Merangkum semua hal yang aku lewati selama usia hampir 23 tahun ini. Salam sayang dariku.  Wufyuu~


"Banyak hal yang terjadi dalam hidup, kuharap kamu tidak menyesali apapun. Jika mungkin banyak sakit yang kamu rasa, kuharap kamu bisa berdamai dengan keadaan."


Happy new journey on February.