MENGATASI WRITER BLOCK


Sumber: Pinterest


Tidak asing bukan dengan istilah WRITER BLOCK?
Tahukah maknanya?

Yups, betul!
Kebuntuan dalam menulis (WRITER BLOCK) adalah sebuah keadaan ketika penulis merasa kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. (Sumber: Wikipedia)
Mudahnya, KEHABISAN IDE!

Setiap penulis PASTI pernah berada pada fase ini, kehabisan ide, buntu, sehingga naskah tak kunjung selesai. Lalu bagaimana cara mengatasi kebuntuan dalam menulis? Sini saya bagikan beberapa tips yang pernah saya coba ketika menyelesaikan buku solo.

1. Banyakin baca
Itu deh tips paling gampang, banyakin baca. Entah itu membaca buku motivasi, komik, novel, dongeng, quotes, puisi, blog, bebas. Tapi bagusnya sih membaca buku/novel yang sejenis dengan tulisan kita supaya lebih cepat mendapat inspirasi baru. Kenapa harus banyak baca? Karena, setiap kosakata baru yang diterima oleh otak bisa diproses menjadi kalimat-kalimat yang mendukung selesainya tulisan.

2. Nonton
Ini juga ampuh, loh. Dengan menonton sebuah film atau animasi, kita bisa mengadopsi jalan ceritanya (khusus untuk novel) atau bisa mendapatkan inspirasi dari percakapan antar tokoh di film atau animasi tersebut. Saya sendiri mendapat beberapa inspirasi dari animasi Jepang bertajuk "Naruto" dalam buku EPIPHANY.

3. Dengar musik
Kalian penikmat musik? Bagus! Karena musik adalah salah satu seni kata dan permainan kalimat yang luar biasa menurut saya. Bayangkan, sebaris lirik lagu saja memiliki pemaknaan yang dalam dan luas. Ini bisa jadi inspirasi untuk kita menulis juga.

Pernah dengar lagunya tulus yang judulnya "Hati-Hati di Jalan?" Liriknya yang berbunyi, "ku kira kira asam dan garam yang bertemu di belanga."
Penggunaan kata "asam" dan "garam" ini tidak biasa. Kalau biasanya asam garam kehidupan atau saya sudah lebih dulu merasakan asam garam kehidupan. Tapi Tulis membawanya berbeda. Pada lirik akhirnya diperjelas "yang bertemu di belanga" itu menunjukkan pertemuan dua peristiwa asam yang dikeluarkan dari gunung dan garam dari laut. Dua zat ini bertemu di suatu muara yang disebut belanga. Lirik ini menunjukkan bahwa sejauh apapun perpisahan (antara gunung yang tinggi dan laut yang dalam) pasti akan ada pertemuan kalau memang sudah ditakdirkan. Haah, jadi panjang bahas lagunya Tulus🤭But, is oke, itulah cara memunculkan inspirasi dalam menulis.

4. Coba deh diskusi
Kalau bertemu dengan orang lain jangan sampai hanya pertemuan yang sia-sia, ya. Coba sesekali ajak diskusi tentang apapun, tentang tema yang menarik. Atau berikan lawan bicaramu pertanyaan supaya dia melontarkan pertanyaan berupa pendapat pribadi atau pendapat orang lain yang pernah dia baca dan dengar. Ini bisa merangsang otak untuk berpikir dan mengolah informasi dalam kepala sehingga bisa dituangkan menjadi tulisan.

5. Keluar jalan-jalan
Ini tidak harus ke tempat yang jauh, kok, yang penting keluar rumah. Lihat benda-benda atau apapun yang ada disekitar. Lihat interaksi orang-orang di sekitar mu. Semuanya bisa jadi inspirasi untuk menulis. Bukankah kita bisa belajar dari mana saja dan dari siapa saja? Saya bahkan terinspirasi dengan daun jatuh dan kepulan asap kopi untuk menggenapkan puisi saya dalam buku "Semesta & Rasa"

Segitu dulu yaa tips dari saya.
Next time kita sharing lagi😃
Happy reading :v